Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Mei 2015

Hukum Mendendangkan Syair Pujian Islam di Masjid

Tidak ada komentar:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Hukum Mendendangkan Syair Pujian Islam di Masjid

Syair yang berisi pujian kepada kepada Allah, atau kepada Rasul-Nya , atau pembelaan terhadap Islam, dan yang memuat hal-hal yang benar merupakan sebuah kebaikan dan boleh didendangkan di dalam masjid. Akan tetapi, jika syair tersebut berisi kalimat-kalimat cacian, pembelaan terhadap bid’ah yang sesat, ajakan kepada maksiat, maka ia adalah sesuatu yang buruk[1] dan tidak boleh didendangkan baik di dalam maupun di luar masjid.

Selasa, 14 April 2015

Bangkrut: Rajin Ibadah Tapi Masuk Neraka

Tidak ada komentar:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bagaimana mungkin orang yang rajin Sholat. Bukan cuma sholat Wajib dan sholat sunat rawatib. Tapi juga sholat Duha, Sholat Tahajjud, Sholat Safar, dsb. Rajin puasa. Bukan cuma Ramadhan, tapi Syawal, puasa tengah bulan, Senin-Kamis, bahkan Puasa Daud (sehari puasa sehari buka). Kemudian rajin bayar zakat dan sedekah.

Kamis, 19 Maret 2015

Tahlilan, Menurut Wahabi Berasal dari Kitab Hindu, Menurut Umat Islam Tidak

Tidak ada komentar:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Kebencian yang ada didalam hati dan dada segelintir umat Islam terhadap amaliyah umat Islam seperti Tahlilan mengantarkan mereka pada perbuatan yang sangat buruk dan keji. Diantaranya menuduh Tahlilan sebagai ajaran Hindu sebagaimana disebarkan disosial media dan situs milik orang-orang Wahhabi.
Biasanya orang-orang Wahabi -umumnya orang-orang yang tidak membidangi ilmu-ilmu keislaman- dengan pemikiran sempitnya menuduh Tahlilan sebagai ajaran Hindu dengan membawa ‘dalil’ dari salah satu kitab Hindu. Misalnya terkait waktu Tahlilan yang biasa dilakukan masyarakat. Wahabi mengutip:

Jumat, 06 Maret 2015

 
back to top